fbpx
29 Apr

Seperti Inilah Tata Cara Pengibaran dan Penurunan Bendera Indonesia

Seperti Inilah Tata Cara Pengibaran dan Penurunan Bendera Indonesia

Dalam sebuah upacara, menjadi pasukan pengibar bendera adalah sebuah kebanggaan besar. Pasukan pengibar bendera memegang peranan penting dalam kesuksesan sebuah upacara.

Nah, tugas pasukan pengibar bendera dalam mengibarkan dan menurunkan bendera memiliki aturan-aturan khusus.  Seperti apakah aturan-aturan pengibaran dan penurunan bendera yang harus dipatuhi dalam upacara? Berikut keterangan lengkapnya:

Tata Cara Pengibaran Bendera

1. Pemasangan bendera

Dalam pemasangan bendera, petugas pengerek dan pembentang bertugas untuk memegang tali. Setelah itu, pengerek bertugas untuk mengecek apakah tali terbelit atau tidak. Bila posisi tali sudah benar, maka pengerek menyerahkan salah satu tali kepada pembentang.

2. Tindakan penyelamatan

Dalam tahap ini, pengerek memastikan bahwa tali tidak terlepas dari tangannya. Setelah itu, pengerek dapat memasangkan catok pada bendera. Catok di bagian atas adalah untuk warna merah, sementara itu catok di bagian bawah adalah untuk warna putih.

3. Pembentangan dan penaikkan bendera

Sebelum membentangkan bendera, pembentang harus mundur tiga langkah ke belakang.

Pembentang harus memberikan isyarat ‘Bendera Siap’ kepada pemimpin upacara, supaya pemimpin upacara dapat memberikan aba-aba penghormatan.

Setelah itu, pembentang harus maju ke depan, kemudian melemparkan ujung bendera Indonesia yang berwarna putih ke arah belakang.

Tahap ini sebetulnya cukup sulit. Pasalnya, pengerek harus memastikan bahwa bendera sudah sampai ke puncak tiang dan selesai dikibarkan tepat saat lagu ‘Indonesia Raya’ berakhir.

Setelah itu, pengerek bertugas untuk mengikat tali pada tiang, dan memastikan bahwa posisi bendera yang ada di atas tidak boleh turun.

Siswa SMU melakukan upacara pengibaran Bendera Merah Putih secara rutin

Tata Cara Penurunan Bendera

1. Persiapan penurunan

Pertama-tama, pengerek harus memegang dan membuka tali, kemudian melihat ke atas untuk memastikan bahwa tidak ada tali yang terbelit. Setelah itu, pengerek menyerahkan tali kepada petugas pembentang. Pembentang memberikan aba-aba kepada pemimpin upacara.

2. Penurunan bendera

Dalam penurunan bendera, pembentang menarik tali dan pengerek mengulur tali. Namun, dalam proses penguluran ini, tali harus sedikit ditahan agar bendera tidak cepat turun ke bawah.

Setelah itu, pembentang memegang ujung bendera, mundur hingga bendera terbentang. Setelah aba-aba “tegak gerak” dari pemimpin upacara terdengar, pembentang dan petugas lain melipat bendera menjadi dua bagian. Warna putih menghadap ke arah pasukan pengibar bendera.

Pembawa bertugas untuk melakukan penyelamatan pada tali. Sementara itu, pembawa bendera membawa tali dan menyerahkan pada pengerek supaya diikat.

Sekilas tata cara ini terlihat mudah, tetapi sebetulnya kedua proses ini memerlukan latihan dan juga kepercayaan diri. Itulah alasan mengapa pemilihan pasukan pengibar bendera, mulai dari tingkat kota hingga nasional tidaklah main-main.