fbpx
31 Oct

Tiga Kejadian yang Membuat Sang Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang

Tiga Kejadian yang Membuat Sang Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang

Jika Anda pernah melihat gambar bendera atau foto bendera Indonesia yang dikibarkan setengah tiang, Anda tidak salah lihat. Pengibaran bendera setengah tiang merupakan sebuah praktik yang lazim dilakukan di situasi-situasi khusus. Istilah ini biasanya dihubungkan dengan berbagai bentuk penghormatan, waktu berkabung, dan tragedi.

Praktik pengibaran bendera setengah tiang tidak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di berbagai negara lain di seluruh dunia. Tradisi pengibaran bendera setengah tiang untuk menunjukkan rasa duka cita atau masa berkabung ini telah dilakukan sejak abad ke 17.

Di Indonesia, pengibaran bendera setengah tiang dapat Anda saksikan pada beberapa acara khusus, di antaranya adalah:

1. Saat tokoh negara wafat

Ketika ada tokoh negara yang berjasa besar bagi bangsa ini wafat, maka bendera setengah tiang pasti akan dikibarkan di Istana Negara. Contohnya adalah pada saat seorang presiden/mantan presiden wafat, maka bendera setengah tiang akan dikibarkan selama satu minggu. Hal ini terlihat pada saat presiden Soekarno, Soeharto, dan Abdurrahman wahid wafat.

2. Bencana nasional

Bencana alam dalam skala nasional biasanya juga diperingati dengan pengibaran bendera setengah tiang. Contohnya ada pada peringatan bencana nasional tsunami dan gempa Aceh pada tahun 2004 silam yang kini selalu diperingati secara khusus pada tanggal 26 Desember setiap tahun.

Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang pada momen tertentu.

Adapun status sebuah bencana nasional biasanya ditentukan oleh pemerintah dengan mempertimbangkan jumlah korban, kerugian, kerusakan sarana, luas bencana, dan pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi dan sosial.

3. Memperingati kejadian luar biasa

Bendera setengah tiang juga dikibarkan dalam peringatan berbagai kejadian luar biasa di masa lalu yang menimbulkan efek besar pada negara. Contohnya adalah kasus tragedi G30S/PKI yang diduga berusaha melakukan kudeta dengan cara menculik dan membunuh para Pahlawan Revolusi.

Demikianlah 3 kejadian yang dapat membuat sang merah putih dikibarkan setengah tiang. Sebagai penutup, pengibaran bendera setengah tiang juga memiliki tata cara khusus laiknya pengibaran bendera pada umumnya. Sebelum dikibarkan setengah tiang, bendera harus dikerek ke puncak tiang terlebih dahulu, baru kemudian diturunkan. Hal yang sama juga berlaku pada saat menurunkan bendera. Merah putih harus dikerek ke puncak tiang terlebih dahulu sebelum diturunkan.