29Apr

Pengibaran dan Penurunan Bendera Indonesia

Seperti Inilah Tata Cara Pengibaran dan Penurunan Bendera Indonesia

Dalam sebuah upacara, menjadi pasukan pengibar bendera adalah sebuah kebanggaan besar. Pasukan pengibar bendera memegang peranan penting dalam kesuksesan sebuah upacara. Nah, tugas pasukan pengibar bendera dalam mengibarkan dan menurunkan bendera memiliki aturan-aturan khusus.

Seperti apakah aturan-aturan pengibaran dan penurunan bendera yang harus dipatuhi dalam upacara? Berikut keterangan lengkapnya:

Tata Cara Pengibaran Bendera

1. Persiapan pengibaran bendera

  • Dalam pemasangan bendera, petugas pengerek dan pembentang bertugas untuk memegang tali.
  • Setelah itu, pengerek bertugas untuk mengecek apakah tali terbelit atau tidak.
  • Bila posisi tali sudah benar, maka pengerek menyerahkan salah satu tali kepada pembentang.

2. Memastikan bendera siap

  • Dalam tahap ini, pengerek memastikan bahwa tali tidak terlepas dari tangannya.
  • Setelah itu, pengerek dapat memasangkan catok pada bendera. Catok di bagian atas adalah untuk warna merah, sementara itu catok di bagian bawah adalah untuk warna putih.

3. Pembentangan dan penaikkan bendera

  • Sebelum membentangkan bendera, pembentang harus mundur tiga langkah ke belakang.
  • Pembentang harus memberikan isyarat ‘Bendera Siap’ kepada pemimpin upacara, supaya pemimpin upacara dapat memberikan aba-aba penghormatan.
  • Setelah itu, pembentang harus maju ke depan, kemudian membentangkan ujung bendera Indonesia yang berwarna putih ke arah belakang.
  • Tahap ini sebetulnya cukup sulit. Pasalnya, pengerek harus memastikan bahwa bendera sudah sampai ke puncak tiang dan selesai dikibarkan tepat saat lagu ‘Indonesia Raya’ berakhir.
  • Setelah itu, pengerek bertugas untuk mengikat tali pada tiang, dan memastikan bahwa posisi bendera yang ada di atas tidak boleh turun.

Bendera juga harus mengikuti standar ukuran yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Bendera dengan kualitas terbaik bisa dibeli via Tokopedia atau pembelian langsung via kontak kami.

pengibaran dan penurunan bendera indonesia merah putih

Tata Cara Penurunan Bendera

1. Persiapan penurunan

  • Pertama-tama, pengerek harus memegang dan membuka tali.
  • Kemudian melihat ke atas untuk memastikan bahwa tidak ada tali yang terbelit.
  • Setelah itu, pengerek menyerahkan tali kepada petugas pembentang. Pembentang memberikan aba-aba kepada pemimpin upacara.

2. Penurunan bendera

  • Dalam penurunan bendera, pembentang menarik tali dan pengerek mengulur tali. Namun, dalam proses penguluran ini, tali harus sedikit ditahan agar bendera tidak cepat turun ke bawah.
  • Setelah itu, pembentang memegang ujung bendera, mundur hingga bendera terbentang.
  • Setelah aba-aba “tegak gerak” dari pemimpin upacara terdengar, pembentang dan petugas lain melipat bendera menjadi dua bagian. Warna putih menghadap ke arah pasukan pengibar bendera.
  • Pembawa bertugas untuk melakukan penyelamatan pada tali. Sementara itu, pembawa bendera membawa tali dan menyerahkan pada pengerek supaya diikat.

Sekilas tata cara ini terlihat mudah, tetapi sebetulnya kedua proses ini memerlukan latihan dan juga kepercayaan diri. Itulah alasan mengapa pemilihan pasukan pengibar bendera, mulai dari tingkat kota hingga nasional tidaklah main-main.


Baca juga:

29Oct

Cikal Bakal Paskibraka Sebagai Pengibar Bendera Merah Putih

Cikal Bakal Paskibraka Sebagai Pengibar Bendera Merah Putih

Setiap peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, istilah Paskibraka selalu lantang terdengar. Pasukan pengibar bendera merah putih ini dibentuk dengan formasi khusus yang terdiri dari Formasi 17 (berada paling depan), Formasi 8 (di belakang Kelompok 17) dan Pasukan 45 sebagai pasukan pengawal yang berada di belakang Kelompok 8. Ketiganya mewakili tanggal kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Sebelum melibatkan puluhan orang seperti sekarang, pasukan pengibar bendera merah putih dulunya ternyata hanya terdiri dari lima orang saja. Tradisi Paskibraka ini dimulai pada awal bulan Agustus tahun 1946. Waktu itu, Presiden Soekarno meminta ajudannya, Mayor Laut Hussein Mutahar untuk mencari anggota yang bisa menjadi pasukan pengibar bendera di halaman Istana Presiden, Gedung Agung, Yogyakarta.

Mutahar kemudian mencari lima orang anak muda yang bermukim di Yogyakarta masing-masing 3 laki-laki dan 2 perempuan. Angka lima ini konon merujuk pada jumlah sila Pancasila. Pascakemerdekaan, kelima orang inilah yang menjadi cikal bakal Paskibraka. Upacara bendera terus dilanjutkan di Gedung Agung hingga tahun 1947, 1948 dan 1949 dengan anggota yang dipilih dari penjuru Indonesia.

Pengibar Bendera Merah Putih Setelah Tahun 1950

Kembalinya posisi ibu kota ke Jakarta membuat perayaan 17 Agustus 1950 menjadi acara pengibaran bendera pusaka pertama di Istana Merdeka. Presiden Soeharto yang menjabat saat itu kembali meminta Mutahar mengurus pasukan pengibar bendera merah putih. Beliau ingin tradisi awal kemerdekaan terus dilanjutkan dan saat itulah muncul ide mengenai formasi yang saat ini digunakan.

Pengibaran bendera yang dilakukan Paskibra.

Awalnya Mutahar sempat mengusulkan agar anggota pengibar bendera diambil dari kalangan TNI. Namun rencana itu ternyata sulit diwujudkan. Pada perayaan 17 Agustus tahun 1969, untuk pertama kalinya Pasukan Pengerek Bendera Pusaka (namanya saat itu) diambil dari kalangan pemuda SLTA dari seluruh Indonesia.

Istilah Paskibraka sendiri muncul pada tahun 1973 atas ide seorang sarjana seni rupa bernama Idik Sulaeman. Idik jugalah yang membuatkan lambang korps, lambang anggota hingga lencana dan seragam resmi.

Hingga saat ini anggota pengibar bendera merah putih masih diambil dari kalangan pelajar setingkat SMA dari seluruh Indonesia. Selain digembleng secara disiplin, para calon anggota Paskibraka harus tahan mental menjalani pelatihan selama hampir sebulan. Jika Anda tertarik atau ingin melatih anggota Paskibraka, dapatkan bendera berkualitas dari grosir terdekat di kota Anda.

23Oct

Artis-Artis yang Pernah Menjadi Paskibraka, Adakah Idolamu?

Artis-Artis yang Pernah Menjadi Paskibraka, Adakah Idolamu?

Selain lomba, pengibar bendera merah putih memiliki cerita keseruan tersendiri. Berita tentang mereka sontak menghiasi berbagai media. Berprestasi, satu kata untuk menggambarkan imej mereka. Di sisi lain, artis erat kaitannya dengan sensasi. Kendati demikian, ada sederet publik figur tersebut yang pernah menjadi paskibraka.

Paskibraka Nasional

Menjadi pengibar bendera merah putih di istana negara tentu tidak mudah, diperlukan penyaringan ketat. Dari banyaknya alumni, ada beberapa artis yang tergabung di dalamnya. Adakah idolamu?

Ayu Diah Pasya, artis yang kerap memainkan tokoh protagonis ini pernah menjadi paskibraka di tahun 1980. Pencapaian ini pun bukan satu-satunya prestasi yang sudah ditorehkannya semasa sekolah.

Artis yang pernah mencalonkan sebagai Wakil Bupati Kabupaten Bandung ini juga pernah menjadi pengibar bendera merah putih. Hengky Kurniawan, bertugas pada tahun 1999 pada saat pemerintahan BJ Habibie.

Lulusan ITB, seorang sutradara, bukan hanya pencapaian hidup lelaki ini. Di tahun 1990, Joko Anwar pernah menjadi seorang paskibraka. Selain sukses dengan film Pengabdi Setan, berhasil menunjukkan sikap nasionalisme juga ya.

Joko Anwar, sutradara asal Indonesia, pernah menjadi anggota Paskibraka.

Paskibraka Daerah

Sebelum nasional, paskibraka bertugas terlebih dahulu di daerah. Kendati ada yang tidak berkesempatan berupacara di istana negara, berada di tingkat ini sudah layak untuk diapresiasi.

Marcelino Lefrandt, artis senior ini pernah menjadi saksi bendera Indonesia berkibar pada perayaan 17-an di Sulawesi Utara. Bukan sekadar sebagai anggota, melainkan komandan pasukan 8. Dia mengatakan, dia sangat bangga dan sudah menyukai kegiatan tersebut sejak lama.

Menjadi saksi bendera Indonesia berkibar juga pernah dirasakan oleh artis muda Fero Walandouw. Bertugas di daerah yang sama seperti seniornya di atas, pria ini turut memenangi ajang Nyong Sulut dengan menyabet juara I.

Kalau artis yang satu ini sudah banyak diketahui orang sebagai alumni paskibraka. Menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha ‘Ungu’ bertugas pada tahun 1995.

Paskibraka Sekolah

Meski berada di tingkat awal, paskibraka sekolah merupakan prestasi yang membanggakan. Beberapa artis turut serta dalam pelaksanaan peringatan 17-an antara lain; Dea Annisa, Anisa Rahma, dan Hana Saraswati.

Menjadi pengibar bendera merah putih bukan perkara mudah. Karenanya, akan menjadi prestasi tersendiri saat berhasil melalui berbagai tahapannya. Artis, yang kerap disandingkan dengan sensasi, membuktikan bahwa mereka juga mampu memberikan sumbangsih bagi negara ini.

Sumber:
https://www.brilio.net/selebritis/10-selebritis-ini-pernah-menjadi-paskibraka-keren-abis-160817j.html

https://www.liputan6.com/showbiz/read/3619943/bangga-4-artis-ini-pernah-jadi-anggota-paskibraka