19Mar

Tata Upacara Bendera

tata upacara

Tata Upacara Bendera

Dasar hukum

Bendera merah putih tentunya tidak lepas dari upacara pengibaran bendera merah putih. Upacara bendera sendiri diatur urutan dan pelaksanaannya melalui berbagai undang undang, yakni Inpres No. 14 Tahun 1981 tentang Penyelenggaraan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, UU No. 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, dan PP No. 62 Tahun 1990 tentang Ketentuan Keprotokolan Mengenai Tata Tempat, Tata Upacara dan Tata Penghormatan. Upacara bendera kemudian menjadi suatu bagian pembinaan siswa di sekolah sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas RI No 39 tahun 2008 tentang kesiswaan.

Tata upacara

Tata upacara adalah aturan untuk melaksanakan upacara dalam acara kenegaraan atau acara resmi (PP No 62 Tahun 2010). Tata urutan upacara bendera (pasal 19 UU No. 9 Tahun 2010) sekurang-kurangnya meliputi:

  • Pengibaran bendera negara diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya;
  • Mengheningkan cipta;
  • Pembacaan naskah Pancasila;
  • Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; dan
  • Pembacaan doa.

Elemen upacara

Dalam upacara dikenal istilah pejabat dan petugas upacara. Pejabat upacara terdiri atas:

  • Pembina upacara
  • Pemimpin upacara
  • Pengatur upacara
  • Pembina upacara

Sedangkan petugas upacara, terdiri atas:

  • Pembawa naskah upacara
  • Regu pengibar atau penurun bendera
  • Pembawa teks pembukaan UUD 1945
  • Pembawa doa
  • Pemimpin lagu atau dirigen
  • Kelompok pembawa lagu
  • Pemimpin regu
  • Cadangan tiap rangkap

Baik pejabat upacara maupun petugas upacara memegang peranan penting dalam kesuksesan dan lancarnya pelaksanaan upacara.



Perlengkapan upacara

Dalam upacara pun dikenal dibutuhkan adanya suatu perlengkapan upacara. Perlengkapan upacara antara lain meliputi:

  1. Bendera Merah Putih;
    1. Ukuran perbandingan 2:3
    2. Ukuran terbesar 2 meter x 3 meter
    3. Ukuran terkecil 1 meter x 1,5 meter
  2. Tiang bendera;
    1. Serendah-rendahnya 5 meter
    2. Setinggi-tingginya 10 meter
    3. Perbandingan bendera dengan tiang adalah 1:7
    4. Ukuran yang ideal untuk TK-SLTA 7-8 meter
  3. Tali bendera;
    1. Diusahakan tali yang dipergunakan adalah tali layar dan bukan tali plastik
    2. Tali harus berwarna putih dan
  4. Naskah-naskah
    1. Naskah pancasila
    2. Naskah pembukaan UUD 1945
    3. Naskah doa
    4. Naskah acara

Bendera juga harus mengikuti standar ukuran yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Bendera dengan kualitas terbaik bisa dibeli via Tokopedia atau pembelian langsung via kontak kami.

Tata Cara Melipat dan Membentang Bendera

Teknik melipat bendera dan membentang bendera dibagi menjadi dua yaitu teknik lipat 3 dan teknik lipat genap. Teknik lipat genap sering digunakan karena memungkinkan kesalahan kecil. Maksudnya genap disini adalah jumlah lipatannya dapat 4, 6, 8 asalkan genap dan disesuaikan dengan panjang bendera.

tata upacara bendera
Aparatur Sipil Negara wajib melakukan upacara bendera setiap hari besar nasional

Tata cara melipat bendera adalah sebagai berikut:

  1. Patokan memegang bendera warna merah di tangan sebelah kanan dan warna putih di tangan sebelah kiri;
  2. Pembentang memegang bendera warna putih di tangan sebelah kanan dan warna merah di tangan sebelah kiri;
  3. Bendera direntangkan kemudian dilipat menjadi dua bagian, bagian merah menghadap ke atas;
  4. Kemudian dilipat memanjang menjadi dua bagian lagi warna putih berada di dalam, tertutup warna merah;
  5. Pembentang melipat bendera menjadi beberapa bagian yang genap dengan arah zig zag;
  6. Setelah menjadi beberapa bagian yang genap lipat menjadi 2 bagian dengan arah horizontal ke dalam.

Tata cara membentang bendera adalah sebagai berikut:

  1. Pembentang memegang bendera warna merah di tangan sebelah kanan dan warna putih di tangan sebelah kiri;
  2. Patokan memegang bendera warna putih di tangan sebelah kanan dan warna merah di tangan sebelah kiri;
  3. Setelah itu pembentang mundur tiga langkah, tangan masih dalam keadaan lurus;
  4. Setelah mundur tiga langkah pembentang membentangkan bendera sedangkan patokan diam.

10 Tahapan Pengibaran Bendera:

  1. Memegang tali
  2. Membuka tali
  3. Melihat ke atas
  4. Menyerahkan salah satu tali ke pembentang
  5. Penyelamatan
  6. Memasang catok
  7. Pembentang menyerahkan tali kepada pengerek
  8. Pembentangan
  9. Pengerekan
  10. Pengikatan tali

Sumber: Materi Diklatsar Paskibra Kota Bandung dengan beberapa perubahan


18Mar

Makna Filosofis Bendera Indonesia

makna filosofis warna merah putih dalam bendera indonesia

Inilah Makna Filosofis yang Terkandung dalam Bendera Indonesia

Sulit rasanya untuk tidak berbangga hati saat melihat bendera merah putih berkibar di angkasa. Seringkali kita bertanya-tanya apa makna filosofis bendera indonesia: merah melambangkan apa dan putih apa artinya. Betapa gagah dan eloknya bendera negara Indonesia ini di atas sana, seolah meraih angkasa.

Dan bukan sekadar selembar kain dengan dua warna, bendera merah putih memiliki makna yang lebih dalam daripada itu. Sebagai bendera dari sebuah negara yang dengan sekuat tenaga memperjuangkan kemerdekaannya, segala hal yang ada di dalam bendera merah putih memiliki makna filosofis sendiri. Nah, apa sajakah makna-makna filosofis itu? Kenali lebih dekat bendera negara kita di sini:

Makna dari warna merah

Dalam warna merah yang diusung oleh bendera Indonesia, terdapat sebongkah besar keberanian.

Dilansir dari buku berjudul SpiritualismePancasila, warna merah menggambarkan keberanian manusia. Merah sebagai simbol keberanian berangkat dari warna ‘dasar’ tubuh manusia (yang dialiri oleh darah, dan pada saat lahir cenderung berwarna merah hingga sering disebut dengan julukan ‘bayi merah’.

Makna dari warna putih

Bila merah melambangkan keberanian dan terinspirasi dari warna darah yang mengaliri tubuh manusia, maka warna putih terinspirasi dari ‘warna ruh’ manusia. Ruh identik dengan warna putih, karena ruh dianggap sebagai elemen yang bersih.

Maka, warna putih yang ada di dalam bendera Indonesia menggambarkan kesucian. Bahwa bangsa Indonesia memiliki niat yang suci dalam menjaga negara ini untuk tetap damai serta menomorsatukan kemanusiaan baik bagi negara Indonesia maupun negara lain.

mejahit bendera indonesia merah putih
Sumber: unsplash.com

Perpaduan antara merah dan putih

Perpaduan antara merah dan putih juga dapat diibaratkan sebagai beberapa hal. Yang pertama adalah bumi dan langit. Terinspirasi dari kaum Austronesia di masa lampau, langit disimbolkan dengan warna putih, dan tanah dengan warna merah.

Dalam budaya Jawa kuno, warna merah dan putih juga merupakan simbol dari penyatuan lelaki dan perempuan. Rahim dan sel telur perempuan disimbolkan dengan warna merah. Sementara itu, air mani lelaki disimbolkan dengan warna putih.

Bukan hanya warna, begitu dalam makna dari merah dan putih dalam bendera Indonesia. Itulah alasan mengapa kita harus meresapi makna filosofis dan bendera tercinta, agar kita dapat menerapkannya ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita jalani.

16Mar

Kejadian yang membuat Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang

pengibaran bendera indonesia setengah tiang

Tiga Kejadian yang Membuat Sang Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang

Jika Anda pernah melihat gambar bendera atau foto bendera Indonesia yang dikibarkan setengah tiang, Anda tidak salah lihat. Pengibaran bendera setengah tiang merupakan sebuah praktik yang lazim dilakukan di situasi-situasi khusus. Istilah ini biasanya dihubungkan dengan berbagai bentuk penghormatan, waktu berkabung, dan tragedi.

Praktik pengibaran bendera setengah tiang tidak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di berbagai negara lain di seluruh dunia. Tradisi pengibaran bendera setengah tiang untuk menunjukkan rasa duka cita atau masa berkabung ini telah dilakukan sejak abad ke 17.

Di Indonesia, pengibaran bendera setengah tiang dapat Anda saksikan pada beberapa acara khusus, di antaranya adalah:

1. Saat Tokoh Negara Wafat

Ketika ada tokoh negara yang berjasa besar bagi bangsa ini wafat, maka bendera setengah tiang pasti akan dikibarkan di Istana Negara. Contohnya adalah pada saat seorang presiden/mantan presiden wafat, maka bendera setengah tiang akan dikibarkan selama satu minggu. Hal ini terlihat pada saat presiden Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, dan BJ Habibie wafat.

bj habibie tutup usia dikiabarkan bendera indonesia setengah tiang
Almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Indonesia ketiga. Sumber

2. Bencana Nasional

Bencana alam dalam skala nasional biasanya juga diperingati dengan pengibaran bendera setengah tiang. Contohnya ada pada peringatan bencana nasional tsunami dan gempa Aceh pada tahun 2004 silam yang kini selalu diperingati secara khusus pada tanggal 26 Desember setiap tahun.

Adapun status sebuah bencana nasional biasanya ditentukan oleh pemerintah dengan mempertimbangkan jumlah korban, kerugian, kerusakan sarana, luas bencana, dan pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi dan sosial.

3. Memperingati Kejadian Luar Biasa

Bendera setengah tiang juga dikibarkan dalam peringatan berbagai kejadian luar biasa di masa lalu yang menimbulkan efek besar pada negara. Contohnya adalah kasus tragedi G30S/PKI yang diduga berusaha melakukan kudeta dengan cara menculik dan membunuh para Pahlawan Revolusi.

Demikianlah 3 kejadian yang dapat membuat sang merah putih dikibarkan setengah tiang. Sebagai penutup, pengibaran bendera setengah tiang juga memiliki tata cara khusus laiknya pengibaran bendera pada umumnya. Sebelum dikibarkan setengah tiang, bendera harus dikerek ke puncak tiang terlebih dahulu, baru kemudian diturunkan. Hal yang sama juga berlaku pada saat menurunkan bendera. Merah putih harus dikerek ke puncak tiang terlebih dahulu sebelum diturunkan.