16Mar

Kejadian yang membuat Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang

pengibaran bendera indonesia setengah tiang

Tiga Kejadian yang Membuat Sang Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang

Jika Anda pernah melihat gambar bendera atau foto bendera Indonesia yang dikibarkan setengah tiang, Anda tidak salah lihat. Pengibaran bendera setengah tiang merupakan sebuah praktik yang lazim dilakukan di situasi-situasi khusus. Istilah ini biasanya dihubungkan dengan berbagai bentuk penghormatan, waktu berkabung, dan tragedi.

Praktik pengibaran bendera setengah tiang tidak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di berbagai negara lain di seluruh dunia. Tradisi pengibaran bendera setengah tiang untuk menunjukkan rasa duka cita atau masa berkabung ini telah dilakukan sejak abad ke 17.

Di Indonesia, pengibaran bendera setengah tiang dapat Anda saksikan pada beberapa acara khusus, di antaranya adalah:

1. Saat Tokoh Negara Wafat

Ketika ada tokoh negara yang berjasa besar bagi bangsa ini wafat, maka bendera setengah tiang pasti akan dikibarkan di Istana Negara. Contohnya adalah pada saat seorang presiden/mantan presiden wafat, maka bendera setengah tiang akan dikibarkan selama satu minggu. Hal ini terlihat pada saat presiden Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, dan BJ Habibie wafat.

bj habibie tutup usia dikiabarkan bendera indonesia setengah tiang
Almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Indonesia ketiga. Sumber

2. Bencana Nasional

Bencana alam dalam skala nasional biasanya juga diperingati dengan pengibaran bendera setengah tiang. Contohnya ada pada peringatan bencana nasional tsunami dan gempa Aceh pada tahun 2004 silam yang kini selalu diperingati secara khusus pada tanggal 26 Desember setiap tahun.

Adapun status sebuah bencana nasional biasanya ditentukan oleh pemerintah dengan mempertimbangkan jumlah korban, kerugian, kerusakan sarana, luas bencana, dan pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi dan sosial.

3. Memperingati Kejadian Luar Biasa

Bendera setengah tiang juga dikibarkan dalam peringatan berbagai kejadian luar biasa di masa lalu yang menimbulkan efek besar pada negara. Contohnya adalah kasus tragedi G30S/PKI yang diduga berusaha melakukan kudeta dengan cara menculik dan membunuh para Pahlawan Revolusi.

Demikianlah 3 kejadian yang dapat membuat sang merah putih dikibarkan setengah tiang. Sebagai penutup, pengibaran bendera setengah tiang juga memiliki tata cara khusus laiknya pengibaran bendera pada umumnya. Sebelum dikibarkan setengah tiang, bendera harus dikerek ke puncak tiang terlebih dahulu, baru kemudian diturunkan. Hal yang sama juga berlaku pada saat menurunkan bendera. Merah putih harus dikerek ke puncak tiang terlebih dahulu sebelum diturunkan.

29Apr

Pengibaran dan Penurunan Bendera Indonesia

mengibarkan bendera indonesia petugas pengibaran bendera merah putih

Seperti Inilah Tata Cara Pengibaran dan Penurunan Bendera Indonesia

Dalam sebuah upacara, menjadi pasukan pengibar bendera adalah sebuah kebanggaan besar. Pasukan pengibar bendera memegang peranan penting dalam kesuksesan sebuah upacara. Nah, tugas pasukan pengibar bendera dalam mengibarkan dan menurunkan bendera memiliki aturan-aturan khusus.

Seperti apakah aturan-aturan pengibaran dan penurunan bendera yang harus dipatuhi dalam upacara? Berikut keterangan lengkapnya:

Tata Cara Pengibaran Bendera

1. Persiapan pengibaran bendera

  • Dalam pemasangan bendera, petugas pengerek dan pembentang bertugas untuk memegang tali.
  • Setelah itu, pengerek bertugas untuk mengecek apakah tali terbelit atau tidak.
  • Bila posisi tali sudah benar, maka pengerek menyerahkan salah satu tali kepada pembentang.

2. Memastikan bendera siap

  • Dalam tahap ini, pengerek memastikan bahwa tali tidak terlepas dari tangannya.
  • Setelah itu, pengerek dapat memasangkan catok pada bendera. Catok di bagian atas adalah untuk warna merah, sementara itu catok di bagian bawah adalah untuk warna putih.

3. Pembentangan dan penaikkan bendera

  • Sebelum membentangkan bendera, pembentang harus mundur tiga langkah ke belakang.
  • Pembentang harus memberikan isyarat ‘Bendera Siap’ kepada pemimpin upacara, supaya pemimpin upacara dapat memberikan aba-aba penghormatan.
  • Setelah itu, pembentang harus maju ke depan, kemudian membentangkan ujung bendera Indonesia yang berwarna putih ke arah belakang.
  • Tahap ini sebetulnya cukup sulit. Pasalnya, pengerek harus memastikan bahwa bendera sudah sampai ke puncak tiang dan selesai dikibarkan tepat saat lagu ‘Indonesia Raya’ berakhir.
  • Setelah itu, pengerek bertugas untuk mengikat tali pada tiang, dan memastikan bahwa posisi bendera yang ada di atas tidak boleh turun.

Bendera juga harus mengikuti standar ukuran yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Bendera dengan kualitas terbaik bisa dibeli via Tokopedia atau pembelian langsung via kontak kami.

pengibaran dan penurunan bendera indonesia merah putih

Tata Cara Penurunan Bendera

1. Persiapan penurunan

  • Pertama-tama, pengerek harus memegang dan membuka tali.
  • Kemudian melihat ke atas untuk memastikan bahwa tidak ada tali yang terbelit.
  • Setelah itu, pengerek menyerahkan tali kepada petugas pembentang. Pembentang memberikan aba-aba kepada pemimpin upacara.

2. Penurunan bendera

  • Dalam penurunan bendera, pembentang menarik tali dan pengerek mengulur tali. Namun, dalam proses penguluran ini, tali harus sedikit ditahan agar bendera tidak cepat turun ke bawah.
  • Setelah itu, pembentang memegang ujung bendera, mundur hingga bendera terbentang.
  • Setelah aba-aba “tegak gerak” dari pemimpin upacara terdengar, pembentang dan petugas lain melipat bendera menjadi dua bagian. Warna putih menghadap ke arah pasukan pengibar bendera.
  • Pembawa bertugas untuk melakukan penyelamatan pada tali. Sementara itu, pembawa bendera membawa tali dan menyerahkan pada pengerek supaya diikat.

Sekilas tata cara ini terlihat mudah, tetapi sebetulnya kedua proses ini memerlukan latihan dan juga kepercayaan diri. Itulah alasan mengapa pemilihan pasukan pengibar bendera, mulai dari tingkat kota hingga nasional tidaklah main-main.


Baca juga:

08Nov

Empat Fakta Unik Mengenai Bendera Indonesia

Empat Fakta Unik Mengenai Bendera Indonesia

Bendera Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Dalam perjalanannya menjadi simbol kedaulatan negara, Bendera Indonesia memiliki fakta-fakta tersembunyi yang mungkin belum Anda ketahui. Apa sajakah itu? Simak di bawah ini ya!

1. Berkibar sebagai bentuk protes

Sebelum berkibar pada saat proklamasi Kemerdekaan, Bendera Merah Putih pernah berkibar pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda. Pengibaran ini merupakan bentuk protes terhadap Belanda.

Selain itu, kampung-kampung yang semula mengibarkan bendera Belanda di acara-acara perayaan, berubah jadi mengibarkan Bendera Merah Putih pada tahun 1933.

2. Bendera merah putih kepala banteng

Sebelum Bendera Merah Putih hanya terdiri dua garis warna yang sama lebarnya, bendera ini sempat memiliki lambang kerbau dan banteng di tengahnya.

Mulanya, Sukarno membuat bendera Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan warna merah, putih, serta gambar banteng di bagian tengah. Bendera ini terinspirasi dari bendera Perhimpunan Indonesia pada tahun 1908 yang memiliki warna merah putih dengan kepala kerbau di bagian tengah. Sukarno mengganti banteng dengan alasan kerbau terlalu lemah jika ingin melawan imperialisme Belanda.

Setelah melakukan perdebatan dengan peserta Kongres Rakyat Indonesia yang dilaksanakan oleh Gabungan Politik Indonesia (Gapi) pada tahun 1939, akhirnya diputuskan untuk tidak memasukkan gambar kepala banteng, hanya warna merah dan putih saja sebagai bendera nasional.

3. Memiliki nama resmi “Sang Merah Putih”

Sang Merah Putih berkibar di siang hari.

Nama ini sesuai dengan Pasal 35 UUD 1945. Nama “Sang” artinya memuliakan kepada benda bersejarah itu. Nama lainnya adalah Bendera Merah Putih, Sang Dwiwarna, atau Sang Saka Merah Putih.

4. Bendera Pusaka sempat hilang

Saat pejabat Presiden Soeharto akan menjadi inspektur upacara HUT RI untuk pertama kalinya pada 17 Augustus 1967, mereka tidak bisa menemukan Bendera Pusaka di Istana Negara dan Istana Merdeka. Ternyata bendera tersebut disimpan oleh Sukarno.

Setelah proses yang berbelit-belit, akhirnya Sukarno bersedia menyerahkan bendera tersebut dan disemayamkan di Monas. Setelah dikibarkan terakhir kali pada 1968, Bendera Pusaka dibikin duplikatnya yang terbuat dari sutra.

Yuk, jadikan fakta-fakta bendera Indonesia di atas sebagai pengingat tentang perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Karena, seperti kata Sukarno, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.